Sunday, April 10, 2011

Makalah Tanaman kacang panjang

MAKALAH
TANAMAN KACANG PANJANG







 
 Disusun Oleh :
Nama          : Irwan Syafei
No.Pokok   : 2008610010



FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
JAKARTA
2010


KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, atas berkat rahmat dan karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan makalah fisiologi tumbuhan. Makah ini merupakan suatu pembelajaran yang dapat dilihat untuk masyarakat umum agar dapat mengetahui perkembangan pertanian.
Tidak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan proposal ini baik secara langsung maupun tidak langsung, yaitu kepada:
1.      Ir. Junaidi, M.Si. Selaku Ketua Dekan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jakarta.
2.      Dra. Rita Tri Puspitasari, M.Si. Selaku Ketua Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jakarta serta selaku dosen pembimbing akademik
3.      Seluruh dosen di Fakultas Pertanian yang telah memberikan ilmu yang sangat berguna dan seluruh staf yang telah membantu selama pembuatan proposal.
4.      Keluarga Besar penulis yaitu orang tuaku, kakakku dan adikku yang telah mendukung baik secara materil maupun spiritual.
5.      Teman-teman angkatan 2008 Jurusan Agronomi yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu, terima kasih atas pertemanan selama penulis mennyelesaikan proposal ini.
6.      Serta semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan proposal ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu tanpa mengurangi rasa hormat sedikitpun.
Penulis memohon kritik dan saran yang bersifat membangun demi kemajuan yang lebih baik lagi dimasa yang akan datang. Akhir kata semoga makalah ini dapat berguna bagi penyusun khususnya dan pembaca umumnya.

                                                                                    Jakarta,   Desember 2010



                                 Penulis




DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR......................................................................................... i
DAFTAR ISI.........................................................................................................ii
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.......................................................................................... 1
B. Tujuan.................................................................................................................. 1
II. TINJAUN PUSTAKA
A. Sistematika Tumbuhan................................................................................ 2
B. Morfologi Tumbuhan................................................................................ 3
C. Syarat pertumbuhan................................................................................. 3
D. Pembibitan................................................................................................. 3
E. Pengolahan media tanam........................................................................ 4
F. Teknik penanaman................................................................................... 4
G. Pemeliharaan............................................................................................ 5
H. Pengolahan hama dan penyakit............................................................ 6
I. Panen dan pasca panen............................................................................ 7
III. KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan............................................................................................. 14
B. Saran........................................................................................................ 14
DAFTAR PUSTAKA


I. PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Tumbuhan semusim atau tanaman semusim merupakan istilah agrobotani bagi tumbuhan yang dapat dipanen hasilnya dalam satu musim tanam. Dalam pengertian botani, pengertiannya agak diperlonggar menjadi tumbuhan yang menyelesaikan seluruh siklus hidupnya dalam rentang setahun. Istilah dalam bahasa Inggris, annual plant, menunjukkan bahwa yang dimaksud "satu musim" adalah satu tahap dalam setahun. Bagi pertanian di daerah beriklim sedang seringkali yang dimaksud semusim adalah apabila tanaman yang dimaksud tidak perlu mengalami musim dingin bagi pembungaannya (vernalisasi).
Sejumlah tumbuhan dari daerah beriklim sedang atau tumbuhan gurun memiliki perilaku musiman yang sangat ekstrem. Mereka menyelesaikan seluruh siklus hidupnya dalam waktu sangat singkat (4 hingga 8 minggu). Tumbuhan seperti narsisus, yang dikenal sebagai spring plants (tumbuhan musim semi), mengeluarkan daun di akhir musim dingin (musim salju) lalu berbunga dan kemudian layu kembali hanya dalam waktu sekitar 3 bulan, untuk kemudian kembali beristirahat dalam bentuk umbi.

B. Tujuan
Adapun tujuan dari dipilihnya tanaman semusim adalah sebagai berikut :
1.      Karana dalam membudidayakannya tidak memerlukan waktu yang lama.
2.      Karena bisa melakukan penanaman secara terus menerus.
3.      Karena tidak dibatasin oleh musim atau tidak ada musim untuk berbuah.
4.      Karena dalam perawatannya lebih mudah kerena rata-rata tanaman semusim tidak terlalu tinggi.



II. TINJAUAN PUSTAKA

Tanaman kacang panjang adalah tanaman yang banyak dikosumsi dimasyarakat indonesia selain rasanya yang enak dibuat campuran sayur atau ditumis tanaman kacang panjang juga memiliki beberapa khasiat kandunagan dan khasiat diantaranya adalah sebagai berikut: kacang panjang mengandung enam antosianin (sianidin 3-O-galaktosida, sianidin 3-O-glukosida, delfinidin 3-O-glukosida, malvidin 3-O-glukosida, peonidin3-O-glukosida, dan petunidin 3-O-glukosida), flavonol atau glikosida flavonol (kaempferol 3-O-glukosida, quersetin, quersetin 3-O-glukosida, kuersetin 3-O-6′-asetilglukosida) (Wong and Chang, 2004), aglikon flavonoid (kuersetin, kaempferol, isorhamnetin) (Lattanzio et al., 2000). Daun dan akarnya mengandung saponin dan polifenol (Hutapea, 1994). Selain itu juga mengandung protein, karbohidrat, lemak, serat, kalsium, besi, fosfor, potasium, sodium, vitamin B1, vitamin B2, vitamin C, dan niasin (Handri and Rafira, 2003). Kandungan senyawa-senyawa di dalam kacang panjang ini berperan dalam proses proliferasi, diferensiasi, dan sintesis protein di sel target yang berbeda-beda. (Aryati, 2001). 


A). Sistematika Tumbuhan
Sinonim : (Vigna sinensis (L.) Savi ex Hassk.)., Vigna unguiculata (L.) Walp., Vigna cylindrical Endl., Vigna
catjang (Burm.) Walp.
Klasifikasi :
Divisi : Spermatophyta
sub divisi : Angiospermae
kelas : Dicotyledoneae
bangsa : Rosales
suku : Leguminosae (Papilionaceae)
marga : Vigna
jenis : Vigna cylindrica (L.) Skeels
Nama umum/dagang : Kacang panjang
(Hutapea et al., 1994)
B). Morfologi Tumbuhan
                  Tanaman kacang panjang merupakan tanaman semak yang hidupnya menjalar dan tanaman kacang panjang ini merupakan tanaman semusim yang dengan tinggi kurang lebih 2,5 m pada bagian batang tanaman kacang panjang ini umumnya tumbuhnya tegak, silindris, lunak dan berwarna hijau dengan permukaan licin kemudian daunnya majemuk, lonjong, berseling, panjang 6-8 cm, lebar 3-4,5 cm, tepi rata, pangkal membulat, ujung lancip, pertulangan menyirip, tangkai silindris, panjang kurang lebih 4 cm, dan berwarna hijau. Kemudian bunga tanaman kacang panjang ini terdapat pada ketiak daun, majemuk, tangkai silindris, panjang kurang lebih 12 cm, berwarna hijau keputih-putihan, mahkota berbentuk kupu-kupu, berwarna putih keunguan, benang sari bertangkai, panjang kurang lebih 2 cm, berwarna putih, kepala sari kuning, putik bertangkai, berwarna kuning, panjang kurang lebih 1 cm, dan berwarna ungu. Kemudian buah tanaman kacang panjang ini berbentuk polong, berwarna hijau, dan panjang 15-25 cm. Bijinya lonjong, pipih, berwarna coklat muda. Akarnya tunggang berwarna coklat muda (Hutapea et al., 1994).

C). Syarat pertumbuhan  
                  Tanaman kacang panjang ini tumbuh baik pada jenis tanah Latosol / lempung berpasir, subur, gembur, banyak mengandung bahan organik dan drainasenya baik, pH sekitar 5,5-6,5. Suhu antara 20-30 derajat Celcius, iklimnya kering, curah hujan antara 600-1.500 mm/tahun dan ketinggian tempat optimum kurang dari 800 m dpl.

D). Pembibitan
Benih kacang panjang yang baik dan bermutu adalah sebagai berikut:
·            penampilan bernas/kusam, daya kecambah tinggi di atas 85%, tidak rusak atau cacat, tidak mengandung wabah hama dan penyakit. Keperluan benih untuk 1 hektar antara 15-20 kg.
·            Benih tidak usah disemaikan secara khusus, tetapi benih langsung tanam pada lubang tanam yang sudah di siapkan.

E). Pengolahan media tanam
·         Bersihkan lahan dari rumput-rumput liar, dicangkul atau dibajak hingga tanah menjadi gembur.
·         Buatlah bedengan dengan ukuran lebar 60-80 cm, jarak antara bedengan 30 cm, tinggi 30 cm, panjang tergantung lahan dan kemudian untuk sistem guludan lebar dasar 30-40 cm dan lebar atas 30-50 cm, tinggi 30 cm dan dengan jarak antara guludan 30-40 cm
·         Lakukan pengapuran jika pH tanah lebih rendah dari 5,5 dengan dolomit sebanyak 1-2 ton/ha dan campurkan secara merata dengan tanah pada kedalaman 30 cm
·         Siramkan pupuk POC NASA yang telah dicampur air secara merata di atas bedengan dengan dosis ± 1 botol (500 cc) POC NASA diencerkan dengan air secukupnya untuk setiap 1000 m2(10 botol/ha). Hasil akan lebih bagus jika menggunakan SUPER NASA, cara penggunaannya sebagai berikut:
alternatif 1 : 1 botol Super Nasa diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.
alternatif 2 : setiap 1 gembor vol 10 lt diberi 1 peres sendok makan Super Nasa untuk
menyiram 10 meter bedengan.

F). Teknik penanaman
·         Jarak lubang tanam untuk tipe merambat adalah 20 x 50 cm, 40 x 60 cm, 30 x 40 cm. Dan jarak tanam tipe tegak adalah 20 x 40 cm dan 30 x 60 cm.
·         Waktu tanam yang baik pada tanaman kacang panjang adalah awal musim kemarau/awal musim penghujan akan tetapi dapat juga ditanam disepanjang musim asal air tanahnya memadai untuk pembudidayaan tanaman kacang panjang.
·         Benih direndam POC NASA dosis 2 tutup/liter selama 0,5 jam lalu tiriskan hingga benih benar kering.
·         Benih dimasukkan ke dalam lubang tanam yang sudah dibuat sebanyak 2 biji kemudian ditutup dengan tanah tipis atau dengan abu dapur dan usahakan lubang tanamnya jangan terlalu dalam karena hal ini dapat memperlambat tumbuhnya tanaman kacang panjang sampai dengan muncul kepermukaan tanah.
G). Pemeliharaan
Pemaliharaan tanaman kacang panjang meliputi beberapa faktor diantaranya adalah sebagai berikut :
·      Penyulaman : Benih tanaman kacang panjang akan tumbuh 3-5 hari setelah tanam dan benih yang tidak tumbuh maka segerah harus disulam kembali secepatnya agar nanti dalam pemenennya dapat dipanen secara bersamaan.
·      Penyiangan: Penyiangan dilakukan pada waktu tanaman berumur 2-3 minggu setelah tanam atau tergantung pertumbuhan rumput di kebun jika dalam waktu seminggu rumput sudah tumbuh banyak maka penyianagan dilakukan setiap minggu dan penyiangan dilakukan dengan cara mencabut rumput liar atau membersihkannya dengan alat kored sampai benar-benar bersih penyiangan ini dimaksudkan agar tanaman kacang panjang tidak berebut unsur hara dengan rumput.
·      Pemangkasan : Tanaman kacang panjang yang terlalu rimbun perlu diadakan pemangkasan daun maupun ujung batang hal ini ditunjukan karena tanaman kacang panjang yang terlalu rimbun dapat menghambat pertumbuhan bunga sehingga tanaman lama untuk berbuah.
·      Pemupukan : Dosis pupuk makro sebagai berikut:
Waktu
Dosis Pupuk Makro (per ha)
Urea (kg)
SP-36 (kg)
KCl (kg)
Dasar
50
75
25
Umur 45 hari
50
25
75
TOTAL
100
100
100
Catatan : Atau sesuai rekomendasi setempat.
Pupuk diberikan di dalam lubang pupuk yang terletak di kiri-kanan lubang tanam. Jumlah pupuk yang diberikan untuk satu tanaman kacang panjang tergantung dari jarak tanam POC NASA diberikan 1-2 minggu sekali semenjak tanaman berumur 2 minggu, dengan cara disemprotkan (4-8 tutup POC NASA/tangki). Kebutuhan total POC NASA untuk pemeliharaan 1-2 botol per 1000 M2 (10-20 botol/ha). Akan lebih bagus jika penggunaan POC NASA ditambahkan HORMONIK (3-4 tutup POC NASA + 1 tutup Hormonik/tangki). Pada saat tanaman berbunga tidak dilakukan penyemprotan,karena dapat mengganggu penyerbukan (dapat disiramkan dengan dosis + 2 tutup/10 liter air).

H). Pengolahan hama dan penyakit
1). Lalat kacang (Ophiomya phaseoli Tryon)
Gejala: terdapat bintik-bintik putih sekitar tulang daun, pertumbuhan tanaman kacang panjang yang terserang lalat kacang pertumbuhannya akan terhambat dan daun tanaman kacang panjang akan berwarna kekuningan dengan pangkal batang terjadi perakaran sekunder dan membengkak.
Pengendalian lalat kacang dapat dilakukan dengan cara pergiliran tanaman yang bukan dari famili kacang-kacangan dan penyemprotan dengan PESTONA.

b). Kutu daun (Aphis cracivora Koch)
Gejala: pertumbuhan tanaman kacang panjang dapat terlambat karena hama kutu daun ini mengisap cairan sel tanaman kacang panjang dan penurunan hasil pemanenan. Kutu daun ini biasanya hidup bergerombol di pucuk tanaman kacang panjang dan berperan sebagai vektor virus.
Pengendalian kutu daun dapat dilakukan dengan cara rotasi tanaman kacang panjang dengan tanaman yang bukan famili kacang-kacangan dan dengan penyemprotan Natural BVR

3). Ulat grayak (Spodoptera litura F.)
Gejala: daun tanaman kacang panjang yang terserang ulat gerayak akan berlubang-lubang dengan ukuran yang tidak pasti, biasanya serangan berat ulat gerayak ini terjadi pada musim kemarau selain itu ulat gerayak ini juga menyerang polong buah tanaman kacang panjang.
Pengendalian ulat gerayak ini bisa dilakukan dengan cara kultur teknis, rotasi tanaman kacang panjang dengan tanaman yang bukan famili kacang-kacangan dan dapat juga dilakukan dengan penanaman serempak natural VITURA.

4). Penggerek biji (Callosobruchus maculatus L)
Gejala: biji tanaman kacang panjang yang terserang penggerek batang akan rusak berlubang-lubang dan akan hancur sampai 90%.
Pengendalian penggerek biji ini dapat dilakukan dengan cara membersihkan dan memusnahkan sisa-sisa tanaman kacang panjang karena sisa-sisa tanaman kacang panjang dapat dijadikan tempat persembunyian hama penggerek biji ini atau dapat juga dilakukan yaitu benih kacang panjang diberi perlakuan minyak jagung 10 cc/kg biji.

5). Ulat bunga ( Maruca testualis)
Gejala: bunga tanaman kacang panjang yang terserang ulat bunga biasanya larva ulat bunga yang menyerang bunga yang sedang membuka, kemudian larva ulat bunga ini memakan polong.
Pengendalian ulat bunga ini dapat dilakukan dengan rotasi tanaman dan menjaga kebersihan kebun dari sisa-sisa tanaman dan dengan disemprot larutan PESTONA.

6). Penyakit Antraknose ( jamur Colletotricum lindemuthianum )
     Gejala: serangan dapat diamati pada bibit yang baru berkecamabah, semacam kanker berwarna coklat pada bagian batang dan keping biji.
     Pengendalian penyakit antraknose dapat dilakukan dengan rotasi tanaman, perlakuan benih sebelum ditanam dengan Natural GLIO dan POC NASA dan membuang rumput-rumput dari sekitar tanaman.

7). Penyakit mozaik ( virus Cowpea Aphid Borne Virus/CAMV).
     Gejala: pada daun-daun muda terdapat gambaran mosaik yang warnanya tidak beraturan. Penyakit ditularkan oleh vektor kutu daun.
     Pengendalian penyakit mozaik dapat menggunakan benih sehat dan bebas virus, semprot vector kutu daun dan tanaman yang tersersang dicabut dan dibakar.

8). Penyakit sapu ( virus Cowpea Witches-broom Virus/Cowpea Stunt Virus.)
     Gejala: pertumbuhan tanaman terhambat, ruas-ruas (buku-buku) batang sangat pendek, tunas ketiak memendek dan membentuk "sapu". Penyakit ditularkan kutu daun. Pengendalian penyakit ini sama dengan pengendalian penyakit mosaik.

9). Layu bakteri ( Pseudomonas solanacearum )
     Gejala: tanaman mendadak layu dan serangan berat menyeabkan tanaman mati. Pengendalian layu bakteri ini dapat dilakukan dengan rotasi tanaman, perbaikan drainase dan mencabut tanaman yang mati dan gunakan Natural GLIO pada awal tanam.

I. Panen dan pasca panen
·            Ciri-ciri polong siap dipanen adalah ukuran polong telah maksimal, mudah dipatahkan dan biji-bijinya di dalam polong tidak menonjol.
·            Waktu panen yang paling baik pada pagi/sore hari. Umur tanaman siap panen 3,5-4 bulan.
·            Cara panen pada tanaman kacang panjang tipe merambat dengan memotong tangkai buah dengan pisau tajam.
·            Selepas panen, polong kacang panjang dikumpulkan di tempat penampungan, lalu disortasi.
·            Polong kacang panjang diikat dengan bobot maksimal 1 kg dan siap dipasarkan.


III. KESIMPULAN DAN SARAN

A.    Kesimpulan
Melihat dari cara pembudidayaan tanaman kacang panjang tidak terlalu sulit dalam membudidayakan maka dapat disimpulkan bahwa dalam pembudidayaan tanaman kacang panjang sangat menguntungkan dan harus dibudidayakan secara besar-besaran karena tanaman kacang panjang dalam pemanenanya tidak hanya satu kali panen saja bahkan bisa sampai dua atau tiga kali panen selain itu tanaman kacang panjang juga memiliki beberapa khasiat untuk manusia.
B.     Saran
Melihat dari cara pembudidayaanya dapat disarankan bahwa dalam pembudidayaan tanaman kacang panjang harus siap dalam mengatasi hama dan penyakit yang akan menyerang tanaman kacang panjang tersebut oleh karena penangan demi penangan terus dilaksanakan dan dikembangkan agar tanaman-tanaman kacang panjang dapat tumbuh dengan baik selain itu dapat disarankan agar dalam penggunaan pestisida untuk menangani hama harus menggunakan pestisida organik karena agar tidak membahayakan banyak kehidupan baik manusia, hewan bahkan tumbuhan itu sendiri.



Comments
1 Comments

1 komentar:

  1. PUSAT SARANA BIOTEKNOLOGI AGRO

    menyediakan biotan untuk keperluan penelitian, laboratorium, mandiri, perusahaan .. hub 081805185805 / 0341-343111 atau kunjungi kami di https://www TOKOPEDIA.com/indobiotech temukan juga berbagai kebutuhan anda lainnya seputar bioteknologi agro

    ReplyDelete

Khiasan

Teruslah berinspirasi untuk hal-hal positif yang membawa keuntungan bagimu..
Kelak nanti pasti akan membawa kebahagian bagimu...

....."Salam Blogger Info Onely".....

JANGAN LUPA JOIN BLOG DAN LIKE FACEBOOKNYA